DOUBLE TAP

1st year anniversary

12 April 2010
Saya masih ingat sekali hari bersejarah itu, kamu ingin sekali bertemu denganku untuk memperjelas apa yang telah kita bahas malam sebelumnya..

Sore itu, seperti biasa kamu menjemput ku di kampus dan segera mengajakku untuk membicarakan suatu hal yang sangat mengganjal di hati dan pikiran kita..
Sepanjang jalan kita hanya ngobrol dan bercanda, aku lapar dan kamu menanyakan aku ingin makan apa dan dimana??
Kita langsung menuju Foodcourt Mall Panakukkang, kamu memesan minuman dan aku langsung memesan fastfood..
Kamu mengirimkan pesan singkat untuk menanyakan keberadaanku. Setelah membalas, dan kembali dari memesan makanan, kamu hanya berkomentar "astaga saya kira mau pesan makanan yang sekitar sini ji, ternyata pigi pesan fastfood lagi", saya hanya membalas dengan senyum dan langsung melahap makanan cepat saji itu..

Sangat terlihat di mukamu untuk menyuruhku segera menghabiskan makananku dan kita membahas semua yang terpendam.. Namun aku tidak bisa, karenakeadaan yang sangat ramai. Aku butuh ketenangan untuk kita. Maka aku ajaklah kamu ke suatu tempat, lebih tepat suatu pelabuhan.

Di pelabuhan kita hanya terdiam, aku duduk di pinggir jalan setapak yang langsung menghadap ke laut, dan kamu duduk tidak jauh di belakangku.
Aku tidak bisa mengungkapkan apa yang kurasakan selama itu, dan akhirnya aku teringat pada tulisan yang ada di notes kuliahku dan segera mengambilnya lalu dengan keberanian aku menunjukkannya padamu..
Kamu membacanya, aku melihat rekasimu.
Dan akhirnya kamu tahu dan mengerti perasaanku selama ini..

Kamu menjawab semua pertanyaanku, dan akhirnya kamu memintaku untuk menjadi kekasihmu..
Sepanjang perjalanan pulang aku tak bisa menghindari senyuman di setiap kamu menggodaku, dan kamu masih menanti jawabanku..
Aku menjawab "iya" dan kita berdua menjadi sepasang kekasih yang dimabuk asmara..
(ini pasti dirasakan juga pada semua pasangan yang baru jadian :p)

Sejak hari itu kita selalu ingin bertemu, selalu ingin merasakan kasih sayang lebih dekat.. Namun semua tidak semulus yang kita harapkan, di bulan-bulan rawan (bulan 8-12) pasti selalu ada hal yang membuat hubungan kita rapuh..

12 April 2011
Kemarin tepatnya, akhirnya kita bisa melewati bulan-bulan rawan itu..

I am very grateful to be with you for one this year, for 365 days ..
I felt like the happiest woman when we can during this
but forgive me, who have screwed us last night day
really it all is not intentional dear
I have given all the reasons, according to what I felt yesterday..

And now I just want us back as previous days, although I always do wrong.
I'm sorry dear
I love you so much, I just want you.

I hope our relationship can last a long time again ..
although we are different, but I'm sure our love together
and I will always try to change all that you don't like about myself
I love you Joem
♥♥
kiss and superhug dear.

ACCIDENT IN DOWNTOWN

Kejadiaanya kemarin siang, saat saya dan 3 sahabat saya menuju gedung BPPNFI (Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informasi) untuk menyerahkan CV.
Kami berempat menuju lokasi dengan menggunakan pete-pete (angkot) 07 lalu turun di ujung Adiyaksa, pertigaan dengan Abdullah Dg.Sirua, setelah turun kami melanjutkan perjalanan yang ditemani teriknya matahari.. Saya dan Meike naik bentor yang sebelumnya tawar-menawar harga ongkos, Widy dan Mymy pun ikut harga ongkos kami, yaah tepatnya Rp.7000 sampai tujuan dengan selamat!

Baru memulai perjalanan, tukang bentor ini sudah menunjukkan tanda-tanda kiamat kecil, dia mulai ngebut dengan ugal-ugalan, saya yang sedikit parno dengan kendaraan yang tidak TERDAFTAR REGULASI KEAMANAN ini pun mengingatkan kalo jalannya pelan-pelan saja, hati-hati lah pokoknya.
begini bunyi peringatan saya "Daeng, PELAN-PELAN maki saja nah!!"
Jalan, jalan, gas menderu-deru, salip kanan, gas lagi, rem lagi, gas kencang lagi.. yaah begitu terus cara mengemudi daeng bentor yang saya tumpangi (seperti naik halilintar -_-)..

Tepat di bawah jembatan antara Mall Panakukkang dengan Ramayana, bentor yang ditumpangi Mymy dan Widy berhenti, karena mereka tidak tahu tempat yang akan kami datangi, dan kebetulan Meike lah yang tahu tujuan kita, jadi bentor kami pun melaju lebih cepat lagi -___-

Lampu Merah diterobos, disini hampir menyerempet mobil Yarris Hitam..
Melaju lagi dengan kecepatan pembalap MOTOGP di sepanjang sirkuit Adiyaksa yang padat dan menyempit, menambah kecepatan lagi, dan si daeng ini tidak sadar jika dia MEMBAWA 2 NYAWA yang harus selamat sampai tujuan, dan NYAWAnya sendiri..
Melaju bagaikan pembalap, daeng pun tidak dapat menghindari mobil Avanza hitam yang sedang berhenti untuk parkir, dan mobil itu mundur, daeng MOTOGP tidak bisa menghindar lagi lalu ngeeeennggggg !! aaaaaaaaaaa daeeengg pelan-pelan ki ada mobil !!! braaaaaaaaakkkk !!
bentor GP tertabrak sempurna di belakang mobil Avanza hitam -_____________-

dok.by: tempointeraktif
Saya dan Meike histeris, panik, shock, kesakitan, haah pokoknya semuanya lah yang pernah dialami dalam kecelakaan..
Si daeng GP hanya bilang "aduuuh, maaf maaf ini gasnya licin sekali"

Saya merasakan sakit yang luar biasa pada tulang kering saya sebelah kiri dan jari-jari kaki saya juga ikut cenat-cenut di dalam sepatu Converse Merah.

Meike juga mengalami hal yang sama, namun ia lebih beruntung "sedikit" karena tulang betisnya yang sakit..
Oiya disini Meike mengeluarkan jurusnya, dia menahan lajunya bentor saat sudah berciuman dengan Avanza dengan  kedua tangannya (hahahaha that the really power girl :D)

Sumpah saya merasakan sakit yang sangat sangat sakit, di kedua betis saya (tenyata yang kanan juga cenat-cenut)
setelah mengeluarkan "kata mutiara dari BONBIN" saya mengecek jari-jari kaki saya yang sepertinya lepas satu-persatu, dengan di kerumuni pria-pria yang ternyata si empunya Avanza Hitam itu, salah satu diantara mereka menanyakan kondisiku karena saya merintih  kesakitan terus, dan ditawari untuk dibawa ke Rumah Sakit, namun saya tidak mau karena saya takut dengan hal-hal yang berbau RS..

Alhamdulillah, jari-jari saya masih utuh.. Namun bengkak dan sangat perih, karena terhantam dengan keras.. Setibanya di lokasi, Meike pun mengeluarkan uang dan saya menambahi setengahnya, saya tidak bisa turun, Meike akhirnya menyuruh daengnya antar sampai halaman depan gedungnya..

Saya benar-benar kesakitan, turun dari bentor pun tertatih-tatih.
Kami langsung disambut oleh senior cantik, kak Yuyu yang sudah menunggu kami dari beberapa jam yang dijanjikan. Saya memberitahu pacar saya, dan dia pun langsung menelpon menanyakan kabar saya bagaimana, dan saya hanya bisa bilang "SAKIT yaang, kaki ku sakit :'("
Dia sempat memarahi saya, karena tadi kami MEMBAYAR BENTOR YANG TELAH MENCELAKAI SAYA DAN MEIKE.. *bodoh memang, tapi kami tidak ingin masalah bertambah lagi jadi yah bayar saja lah..
Masuk diruang yang telah disediakan, saya dan Meike mengecek ulang luka-luka kami. Meike mendapat memar di betisnya, lalu diurut oleh Mymy, kemudian saya diurut juga oleh Mymy yang memang benar-benar ahlinya *thankyou beb :)

Mengikuti proses yang telah di rencanakan, saya mengikuti proses tersebut dengan hati yang campur aduk.. Setelah selesai, saya pun sms si pacar dan tidak lama kemudian dia datang menjemputku..

Tujuan saya selanjutnya adalah ke tempat kursus yang berada di jl.Maccini Raya, meminta izin tidak bisa ikut kursus hari itu karena kondisi kaki yang sangat-sangat tidak memungkinkan..
Pulang ke rumah, cuci muka, cuci tangan, cuci kaki, urut-urut lagi, sms pacar lalu ketiduran dengan rasa sakit yang masih terasa hingga tidur..
Bangun, melapor pada mama, dan beliau hanya bisa bilang "itu mi nak, jangan ko naik bentor klo tukangnya masih anak muda, kajili-jili ki itu.. klo orangtua masih bisa ji dikasih tau!" sambil mengurut kaki saya, terimakasih Ma..
Sang pacar pun datang menjenguk dan bantu mengobati juga, terimakasih sayang :))

pesan buat daeng bentor Makassar:
"tabe di' daeng, ingat-ingat ki juga keluarga ta klo mencari nafkah.. ingat ki, tugas ta itu membawa nyawa penumpang ta SELAMAT HINGGA TUJUAN, dan mendapat imbalan dari tugas ta itu.. Jadi, jangan ki mengemudi seperti pembalap MOTOGP yang ngebut-ngebut tanpa pikir penumpang ta, Terimakasih"