DOUBLE TAP

Benar itu sakit.

Akhir-akhir ini feeling saya selalu benar.
Terkadang hal itu membuat saya malas untuk membayangkan hari esok, bahkan untuk beberapa jam kemudian.

Apalagi jika hal yang benar terjadi itu menyangkut soal hati.
Cara satu-satunya yah cuma ditinggalkan, minimal dihindari lah.

"Terkadang masalah itu tidak harus selalu dihadapi, tapi ditinggalkan juga"
Kurang lebih seperti itu lah kata-kata yang dia kirimkan di pesan singkat, yang dia kutip dari perkataan ibunya. Dan saya setuju.

Saya benci jika hal yang sudah saya pikirkan dan bayangkan itu terjadi dan saya hanya bisa merasakan sakitnya.

Cinta Seujung Kuku

Kamis, 03 Mei di ruang kelas mata kuliah Dasar-dasar Penelitan Komunikasi.

Titah: Apa maksudnya itu kalo dia bilang "cintanya seujung kuku" (sambil menggunting kuku)
Tyar: Yah artinya cintanya tumbuh terus sampai mati.
Titah: Ih tapi kan di gunting terus kukunya kalo sudah panjang.
Tyar: Orang mati itu, biar sudah meninggal kukunya tetap tumbuh.
Titah: (muka kaget) hah? serius? masa?
Tyar: Iya betulan, setauku sih. 
Titah: Waow kalo begitu artinya cintanya biar dia meninggal nanti tetap tumbuh begitu?
Tyar: (mengambil makalah diskusi kelompok yang dibagikan lalu menuliskan sesuatu)

Cinta Seujung Kuku
untuk Titah Ayu Taroniarta

Rindu itu kupu-kupu
Yang bertengger di ujung kuku
Memanjang melawan waktu

Memanjang

Rindu itu kuku
Dipangkas waktu
Terbuang dan tertanam disitu
(lalu) Tumbuh

Rindu seujung kuku
Di jarimu. Di jariku
Memperindah keduanya


Dan ternyata setelah saya searching, ternyata kuku bisa tumbuh hingga kita meninggal nanti itu hanya mitos. Jadi, artinya?